PERAN ILMU KIMIA DALAM BIDANG KEDOKTERAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kimia analisis telah berada di garis depan dari semua
ilmu sejak manusia telah tertarik dalam dunianya.
Kimia analisis
merupakan ilmu kimia yang mendasari analisis
dan pemisahan sampel. Analisis dapat bertujuan untuk
menentukan jenis komponen apa saja yang terdapat dalam suatu sampel
(kualitatif), dan juga menentukan berapa banyak komponen yang ada dalam suatu
sampel (kuantitatif). Tidak semua unsur atau senyawa yang ada dalam
sampel dapat dianalisis secara langsung, sebagian besar memerlukan proses
pemisahan terlebih dulu dari unsur yang mengganggu. Karena itu
cara-cara atau prosedur pemisahan merupakan hal penting juga yang dipelajari
dalam bidang ini.
Dibandingkan dengan cabang ilmu kimia lainnya
seperti kimia anorganik, organik, fisik dan biokimia, maka kimia analisis
mempunyai penerapan yang lebih luas. Kimia analisis tidak saja dipakai di
cabang ilmu kimia lainnya, tapi juga dipakai luas dalam cabang ilmu pengetahuan
lain seperti ilmu lingkungan, kedokteran, pertanian, kelautan dan
sebagainya. Demikian juga di bidang industri, profesi, kesehatan
dan bidang lainnya kimia analisis memberikan peranan yang tidak sedikit.
Dalam bidang kedokteran diperlukan berbagai analisis
untuk menentukan berbagai unsur atau senyawa
dalam sampel seperti darah, urin, rambut, tulang dan
sebagainya.
Ditinjau dari caranya, kimia analisis digolongkan
menjadi :
• Analisis klasik
Analisis klasik berdasarkan pada reaksi kimia dengan
stoikiometri yang telah diketahui dengan pasti. Cara ini
disebut juga cara absolut karena penentuan suatu komponen di
dalam suatu sampel diperhitungkan berdasarkan
perhitungan kimia pada reaksi yang digunakan. Contoh analisis
klasik yaitu volumetri dan gravimetri.
Pada volumetri, besaran volume
zat-zat yang bereaksi meupakan besaran yang diukur, sedangkan pada gravimetri,
massa dari zat-zat merupakan besaran yang diukur.
• Analisis instrumental
Analisis instrumental
berdasarkan sifat fisiko-kimia
zat untuk keperluan
analisisnya. Misalnya interaksi
radiasi elektromagnetik dengan zat menimbulkan
fenomena absorpsi, emisi, hamburan yang kemudian
dimanfaatkan untuk teknik analisis spektroskopi. Sifat fisiko–kimia
lain seperti pemutaran rotasi optik, hantaran listrik
dan panas, beda partisi dan absorpsi diantara dua fase dan
resonansi magnet inti melahirkan teknik analisis modern yang lain.
Dalam analisisnya teknik ini menggunakan
alat-alat yang modern sehingga disebut juga dengan analisis modern.
Kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi,
struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta
perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang
ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi
atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat
makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh
struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom
dan ikatan kimia. Untuk memahami ilmu kimia, maka perlu diketahui asal kata
Kimia (inggris: chemistry) yang berasal dari bahasa Mesir Keme yang berarti bumi
adalah ilmu yang mempelajari tentang komposisi, stuktur, dan sifat materi,
beserta segala perubahan yang menyertai terjadinya reaksi kimia.
Jangkauan kimia tidak hanya mempelajari materi
nonhayati tapi juga materi hayati serta proses kimia yang terjadi dalam makhluk
hidup itu sendiri baik yang ada di bumi dan luar angkasa.Ilmu kimia juga sering
disebut sebagai Sentral Ilmu Pengetahuan. Sebab, ia dipakai, diterapkan, dan
dibutuhkan untuk mendukung ilmu pengetahuan yang lain. Banyak sekali
bidang-bidang ilmu yang lain terikat dengan ilmu ini, seperti bidang
kedokteran, biologi, fisika, lingkungan, forensik, astronomi, farmasi, ilmu
bahan, komputer, dan sebagainya.Dalam bidang forensic, digunakan sebagai
aplikasi test DNA, bidang farmasi dipergunakan cara sintesis kimia organik, di
bidang kedokteran bisa menjelaskan proses metabolisme obat oleh enzim. Dan,
proses metabolisme makanan dapat dipelajari di cabang ilmu kimia yaitu
biokimia. Analisis komposisi bintang dan benda angkasa yang lain sangat diperlukan
oleh bidang astronomi.
![]() |
Kimia sering disebut sebagai "ilmu andryan"
karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan,
nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi .
Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep
dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan
prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Semua materi normal terdiri dari atom atau
komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron.
Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks
seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari
dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat
kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena
atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau
mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen
pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.
Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi,
fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan
dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma.
Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang
berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat
memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya
lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas,
tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan
dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari
ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini
bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama
adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan
bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap,
sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.

Tabel Periodik Unsur kimia

Tabel Periodik Unsur kimia
Definisi Ilmu Kimia:
Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.
Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang :
Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.
Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang :
- Susunan materi = mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
- Struktur materi = mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.
- Sifat materi = mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur dari materi tersebut.
- Perubahan materi = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).
- Energi yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.
Air yang dipanaskan akan berubah fase menjadi uap air.
Air (H2O) berbentuk cairan dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang disebut ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S) berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (dipole) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °C sampai 100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat panas penguapan) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.
Air (H2O) berbentuk cairan dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang disebut ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S) berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (dipole) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °C sampai 100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat panas penguapan) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.
Ilmuwan yang mempelajari kimia sering disebut
kimiawan. Sebagian besar kimiawan melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih
subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering disebut
"kimia umum" dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak
konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke
subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering
dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal
tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan
alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena
terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat
bervariasi.
Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.
Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seluruh dunia.
Sejarah Kimia

Robert Boyle, perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.
Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena
pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat
lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang
menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan
menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat
mengubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang
disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah
dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.
Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun
pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah,
alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan
Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan
mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama
yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia
dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti
yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum
kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang
panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia
oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.
Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada
tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun
terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan
ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada
pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan
memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang biokimia.
Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan .
Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan .
1.2
TAHAPAN-TAHAPAN ANALISIS KUANTITATIF
Dalam analisis kuantitatif terdapat empat tahap utama
analisis yaitu: (1) sampling, (2) pengubahan analit ke dalam bentuk yang sesuai
dengan pengukuran, (3) pengukuran, (4) perhitungan dan interpretasi data.
(1) Sampling
Sampling dimaksudkan untuk memilih contoh yang
dapat menggambarkan materi keseluruhan yang
sebenarnya. Meski
pun seorang analis sering
langsung memperoleh analat yang sudah
dalam ukuran laboratorium,
hendaknya juga disadari bahwa informasi
tentang bagaimana sampling dilakukan merupakan
hal yang penting karena akan berkaitan dengan interpretasi data yang akan
dilakukan.
Dalam analisis kimia, untuk bidang seperti
laboratorium medis, sampel cairan tubuh pasien dianalisis untuk komposisi
kimianya. Plasma darah, serum darah, urin, dan bahkan cairan tulang belakang
dapat dianalisis untuk bahan kimia prinsip untuk menunjukkan kesehatan atau
penyakit yang mungkin. Plasma darah digunakan umumnya dalam analisis kimia
untuk mendeteksi kadar glukosa dalam darah, dan analisis penting untuk
diabetes.
Serum darah dapat digunakan untuk mendeteksi array
yang luas dari fungsi biokimia dalam tubuh manusia, seperti elektrolit untuk
fungsi otak dan saraf, berfungsi merangsang hormon tiroid. Kimia darah manusia
sangat kompleks, tetapi analisis kimia telah diurutkan keluar menjadi mudah
dipahami.
Analisis kimia urin manusia dapat mengungkapkan
sejumlah fungsi ginjal dan fungsi metabolisme. Hal ini juga penting untuk
menggunakan urin untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan narkoba sah pada
individu itu dicurigai. Kimia urin sama berharganya dengan analisis kimia
darah, karena juga bisa membuat fungsi tertentu yang dikenal dari organ-organ
tubuh lainnya, dan bahkan menunjukkan masalah pada pasien diabetes.
Cerebral fluid (CSF) analisis kimia tulang belakang
adalah alat yang sangat berguna untuk mendeteksi masalah-masalah neurologis
banyak pasien. Protein dan glukosa hadir dalam CSF dapat mengindikasikan
penyakit potensial ketika terdeteksi di luar rentang normal.
Manfaat analisis kimia dalam ilmu-ilmu alam seperti
biologi dan disiplin lingkungan luar biasa untuk memahami dunia kita.
Perusahaan farmasi tidak akan pernah bisa untuk penelitian obat alam yang
potensial tanpa analisis kimia. Ini adalah suatu fungsi penting dalam
pengaturan ilmiah, ahli geologi, arkeolog, dan bahkan ahli paleontologi akan
buta tanpa itu.
Analisis Kimia telah membuka pikiran dan mata banyak
ilmuwan selama ribuan tahun, dan telah lahir pengembangan obat baru dan bahan
kimia untuk industri dan rumah. "Lebih baik hidup melalui kimia"
tidak akan pernah menyindir jika bukan karena analisis kimia yang dicapai.
BAB II
ISI
2.1 PERANAN KIMIA ANALISIS DALAM BIDANG
KEDOKTERAN
Dalam bidang kedokteran diperlukan berbagai analisis
untuk menentukan berbagai unsur itu adalah sebagian saja yang dapat dikemukakan
mengenai peranan kimia analisis dalam .
Kedokteran pertanian kelautan dan sebagainya Demikian
juga di bidang industri profesi kesehatan dan bidang lainnya kimia analisis
memberikan peranan yang tidak sedikit Dalam.
Kimia Analisis Bidang ini berkaitan Manfaat ilmu kimia
yang pertama pada kehidupan manusia adalah dalam bidang kedokteran manfaat ilmu
kimia memegang peranan penting dalam . Peran ilmu kimia dalam kehidupan
seharihari peranan ilmu kimia dalam bidang kedokteran peranan kimia Pendahuluan
Kimia Analisis Perlakuan Data Hasil Praktikum Kromatografi Seriometri. Dalam
bidang kedokteran diperlukan berbagai analisis untuk menentukan berbagai unsur
Itu adalah sebagian saja yang dapat dikemukakan mengenai peranan kimia analisis
dalam kehidupan.
Kompleks atau senyawa koordinasi dalam industri kimia
analisis dan Setiap komponen memainkan peranan dalam pembentukan Dalam dunia
kedokteran darah sangat diperlukan untuk.
Pemanfaatan Analisis kimia ini dalam bidang kedokteran
seperti : dimanfaatkan untuk membuat bahan-bahan kimia sering digunakan sebagai
obat-obatan. Obat dibuat berdasarkan basil penelitian terhadap proses dan
reaksi kimia bahan-bahan yang berkhasiat secara medis terhadap suatu penyakit.
Contohnya, etanol atau alkohol digunakan dalam proses pelarutan obat dan
sebagai pensteril alat-alat kedokteran.
contoh penerapan ilmu kimia dalam ilmu kedokteran:
-penerapan ilmu kimia dalam operasi
Perkembangan
ilmu kedokteran dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya memasuki
kajian dalam tingkat molekuler.
Ilmu kedokteran molekuler dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dasar molekuler berbagai penyakit. Berbagai kajian molekuler ilmu kedokteran diantaranya adalah Stem Cell, Rekayasa genetik dan salah satu diantarannya adalah Herbal. Herbal yang merupakan produk alami banyak dikaji mekanisme molekuler dalam mengobati penyakit. Sudah menjadi rahasia umum bahwa herbal indonesia dan herbal dari negara lain sudah terbukti mampu mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, kanker, leukimia, thalassemia dll. Hanya saja mekanisme kerja senyawa aktif maupun crude ekstrak dari herbal tersebut dalam dunia kedokteran belum banyak diketahui. Publikasi internasional tentang mekanisme molekuler herbal yang berasal dari Indonesia belum sebanyak di negara lain. Itu yang menjadi alasan mengapa herbal Indonesia yang kalah bersaing di pasaran dibandingkan dengan herbal dari Cina misalnnya.
Ilmu kedokteran molekuler dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dasar molekuler berbagai penyakit. Berbagai kajian molekuler ilmu kedokteran diantaranya adalah Stem Cell, Rekayasa genetik dan salah satu diantarannya adalah Herbal. Herbal yang merupakan produk alami banyak dikaji mekanisme molekuler dalam mengobati penyakit. Sudah menjadi rahasia umum bahwa herbal indonesia dan herbal dari negara lain sudah terbukti mampu mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, kanker, leukimia, thalassemia dll. Hanya saja mekanisme kerja senyawa aktif maupun crude ekstrak dari herbal tersebut dalam dunia kedokteran belum banyak diketahui. Publikasi internasional tentang mekanisme molekuler herbal yang berasal dari Indonesia belum sebanyak di negara lain. Itu yang menjadi alasan mengapa herbal Indonesia yang kalah bersaing di pasaran dibandingkan dengan herbal dari Cina misalnnya.
Dalam
kedokteran molekuler para penelitinya yang sebagian besar berasal dari fakultas
kedokteran memiliki keterbatasan dalam kemampuan menganalisis herbal. Pada
umumnya para dosen di Fakultas Kedokteran beharap akan ada mahasiswa dengan
latar belakang kimia atau farmasi yang mampu mengeksktrak crude maupun senyawa
aktif berbagai herbal. Mereka akan membandingkan kinerja senyawa aktif dari
produk alami dengan produk sintetik. Atau mengkombinasikan keduanya. Sebagai
contoh adalah dalam pengobatan kanker. Ada kombinasi dengan senyawa turunan
terpenoid yang merupakan produk alami dengan siRNA yang merupakan senyawa
sintetik.
Untuk lebih jelasnya kita dapat mengkaji mekanisme molekuler penyakit kanker oleh herbal X misalnya. Herbal X yang mengandung senyawa aktif Y misalnya mampu menekan resiko kanker pada stadium tertentu melalui mekanisme A sedangkan siRNA mampu menekan melalui mekanisme Y sehingga penyebaran kanker akan lebih dapat dikurangi. Herbal pada umumnya mampu memicu sel kanker untuk membunuh dirinya sendiri yang dikenal dengan istilah Apoptosis. Jadi sering terjadi kesalahpahaman pada masyarakat umum bahwa herbal tertentu mampu mengobati berbagai penyakit kanker. Itu boleh jadi benar tapi pasti tidak tepat. Benar bukan berarti tepat. Contoh wortel baik untuk mata. Dengan asumsi kelinci yang makan wortel tidak pernah pakai kacamata, Itu benar tapi tidak tepat.
Begitu pula dengan herbal pengobat kanker. Senyawa aktif yang baik untuk kanker payudara belum tentu baik untuk kanker prostate misalnya. Mekanisme kerjanya berbeda. Dalam skala molekuler invitro dikenal dengan IC50 cell lines. Dalam mekanisme molekuler apoptosis sel kanker dikenal dengan mekanisme molekuler intrinsik dan mekanisme molekuler ekstrinsik atau kombinasi keduanya. Ini yang sekarang banyak dikaji apapun jenis kankernya. Lihat gambar dibawah ini:
Untuk lebih jelasnya kita dapat mengkaji mekanisme molekuler penyakit kanker oleh herbal X misalnya. Herbal X yang mengandung senyawa aktif Y misalnya mampu menekan resiko kanker pada stadium tertentu melalui mekanisme A sedangkan siRNA mampu menekan melalui mekanisme Y sehingga penyebaran kanker akan lebih dapat dikurangi. Herbal pada umumnya mampu memicu sel kanker untuk membunuh dirinya sendiri yang dikenal dengan istilah Apoptosis. Jadi sering terjadi kesalahpahaman pada masyarakat umum bahwa herbal tertentu mampu mengobati berbagai penyakit kanker. Itu boleh jadi benar tapi pasti tidak tepat. Benar bukan berarti tepat. Contoh wortel baik untuk mata. Dengan asumsi kelinci yang makan wortel tidak pernah pakai kacamata, Itu benar tapi tidak tepat.
Begitu pula dengan herbal pengobat kanker. Senyawa aktif yang baik untuk kanker payudara belum tentu baik untuk kanker prostate misalnya. Mekanisme kerjanya berbeda. Dalam skala molekuler invitro dikenal dengan IC50 cell lines. Dalam mekanisme molekuler apoptosis sel kanker dikenal dengan mekanisme molekuler intrinsik dan mekanisme molekuler ekstrinsik atau kombinasi keduanya. Ini yang sekarang banyak dikaji apapun jenis kankernya. Lihat gambar dibawah ini:

Gen P53
sesuai dengan namanya adalah gen yang proteinnya memiliki berat molekul 53
kilodalton. Gen p53 akan terpacu ekspresinya bila terjadi kerusakan DNA. Pada
awaknya p53 akan menghambat replikasi sel sehingga sistem perbaikan DNA
mempunyai peluang untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Namun apabila
kerusakan tersebut tak dapat diperbaiki, maka p53 akan memicu apoptosis. Jadi
dalam hal ini apoptosis merupakan
backup
mechanisme
sekiranya mutasi tak berhasil diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Pengaruh
senyawa aktif dari herbal misalnya akan tampak pada salah satu atau keduanya
pada level RNA dan protein. Tetapi perlu diingat untuk menuju gen p53 akan
banyak tahap mekanisme yang perlu dikaji. Demikian kajian singkat tentang peran
ahli kimia dalam kedokteran molekuler dengan kanker sebagai salah satu
contohnya.Akhir kata semoga para ahli kimia apapun latar belakangnya apakah itu
kimia analitik, kimia fisik, organik dan biokimia akan mampu berperan dalam
kedokteran molekuler.
Kata Pencarian Artikel ini:
senyawa terpenoid, penyakit molekuler, mekanisme gen kanker prostat, p53 mechanism, mekanisme kerusakan sel.
Kata Pencarian Artikel ini:
senyawa terpenoid, penyakit molekuler, mekanisme gen kanker prostat, p53 mechanism, mekanisme kerusakan sel.
- produk olahan bahan kimia
Pembahasan ringkas tentang materi, wujud, sifat dan perubahan dari materi serta energi merupakan ruang lingkup pengkajian ilmu kimia. Saat ini perkembangan ilmu kimia sangat pesat dan telah memberikan andil yang sangat besar dalam kehidupan manusia.
Ilmu Kimia telah menghantarkan produk-produk baru yang sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak produk yang telah kita pergunakan seperti, sabun, deterjen, pasta gigi dan kosmetik. Penggunaan polimer pengganti untuk kebutuhan industri dan peralatan rumah tangga dari penggunaan bahan baku logam telah beralih menjadi bahan baku plastik polivynil clorida (PVC). Kebutuhan makanan juga menjadi bagian yang banyak dikembangkan dari kemasan, makanan olahan (Gambar 1.14) sampai dengan pengawetan.

Luasnya area
ilmu kimia, sehingga keterkaitan antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu
lainnya menjadi sangat erat. Peran ilmu kimia untuk membantu pengembangan ilmu
lainnya seperti pada bidang geologi, sifat-sifat kimia dari berbagai material
bumi dan teknik analisisnya telah mempermudah geolog dalam mempelajari
kandungan material bumi; logam maupun minyak bumi.
Pada bidang pertanian, analis kimia mampu memberikan informasi tentang kandungan tanah yang terkait dengan kesuburan tanah, dengan data tersebut para petani dapat menetapkan tumbuhan/tanaman yang tepat. Kekurangan zat-zat yang dibutuhkan tanaman dapat dipenuhi dengan pupuk buatan, demikian pula dengan serangan hama dan penyakit dapat menggunakan pestisida dan Insektisida. Dalam bidang kesehatan, ilmu kimia cukup memberikan kontribusi, dengan diketemukannya jalur perombakan makanan seperti karbohidrat, protein dan lipid. Hal ini mempermudah para ahli bidang kesehatan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, juga telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan (Gambar 1.15).
Pada bidang pertanian, analis kimia mampu memberikan informasi tentang kandungan tanah yang terkait dengan kesuburan tanah, dengan data tersebut para petani dapat menetapkan tumbuhan/tanaman yang tepat. Kekurangan zat-zat yang dibutuhkan tanaman dapat dipenuhi dengan pupuk buatan, demikian pula dengan serangan hama dan penyakit dapat menggunakan pestisida dan Insektisida. Dalam bidang kesehatan, ilmu kimia cukup memberikan kontribusi, dengan diketemukannya jalur perombakan makanan seperti karbohidrat, protein dan lipid. Hal ini mempermudah para ahli bidang kesehatan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Interaksi kimia dalam tubuh manusia dalam sistem pencernaan, pernafasan, sirkulasi, ekskresi, gerak, reproduksi, hormon dan sistem saraf, juga telah mengantarkan penemuan dalam bidang farmasi khususnya penemuan obat-obatan (Gambar 1.15).

-obat-obatan
Dari berbagai macam obat untuk kepentingan
medis yang sudah dikenal di pasaran, misalnya beberapa macam obat batuk, sakit
kepala, flu, antibiotik, antihistamin, kosmetik, dan vitamin sebagian besar
mengandung bahan kimia. Bahan kimia obat untuk keperluan medis, baik murni
maupun cmpuran, memegang peranan penting di dalam masyarakat modern. Obat untuk
tujuan medis secara legal direkomendasikan oleh departemen kesehatan RI,
sehingga penggunaan obat yang tidak seduai aturan medis dapat membahayakan
pengguna. Karena ketidakcocokan, salah obat, atau over dosis (melebihi dosis
maksimum) dapat berakibat serius, misalnya alergi, muntah-muntah, gelisah,
kejang-kejang, hilang kesadaran, bahkan sampai pada tingkat terparah, yaitu
kematian.
Perkembangan teknologi farmasi saat ini
sudah mencapai fase designer drug. Obat baru telah dapat dikembangkan hingga
ribuan macam dengan berbagai khasiat dan kegunaan. Globalisasi ikut menerpa
Indonesia, termasuk dalam pemakaian dan masalah penyalahgunaan obat.
Penyalahgunaan obat di Indonesiia masih tetap marak. Angka genarasi muda
penerus bangsa yang terpuruk dalam ketergantungan obat terus meningkat. Olah
karena ituu pengetahuan tentang bahan kimia obat sangat diperlukan oleh seluruh
lapusan masyarakat, khususnya oleh pendidik dan siswa.
Oleh karena itu, penulis berharap stelah
membaca artikel ini, diharapkan para pembaca dapat menguasai materi yang
berhubungan dengan bahan kimia obat dalam medis dan menyesuaikan dalam penerapannya
di kehidupan sehari-hari agar bahan kimia dan perkembangan ilmu kimia itu
sendiri dapat kita rasakan manfaat dan kegunaannya. Agar dapat memanfaatkan
obat-obatan dengan baik dan tidak mengganggu kesehatan badan, perlu adanya
pengetahuan yang cukup seputar daftar dan simbol farmasi. Mengingat konsumen
obat-obatan tidak semuanya berkecimpung di bidang kimia, artinya tidak semua
konsumen mengetahui dampak bahkan bahaya dari obat yang akan mereka konsumsi,
pembuat obat atau produsen haruslah memasang label peringatan. Lebel tersebut
antara lain simbol R menunjukkan bahwa obat yag bersangkutan telah terintegrasi
di kementrin perdagangan, simbol bulatan dengan warna tertentu (hijau, biru,
merah, dan huruf K didalamnya serta tanda positif merah dalam lingkaran merah)
menunjukkan tingkat keamanan obat, simbol berupa tanda peringatan menunjukkan
bahwa obat yang bersangutan bisa dibeli bebas tanpa menggunakan resep dokter
tetapi di dalam penggunaannya harus memperhatikan tanda peringatan yang
dicantumkan.
Dengan mengacu pada Undang-undang farmasi
dari WHO, berdasarkan tingkat keamanannya obat yang beredar secara legal untuk
keperluan medis di Indonesia dikelompokkan menjadi empat kategori yang
masing-masing diberi tanda khusus berupa bulatan dengan warna tertentu, yaitu:
obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, dan obat bius.
1. Obat bebas
Obat bebas adalah obat
yabf dijual bebas di pasaran dan dapat
dibeli tanpa menggunakan resep dikter. Obat-obatan kelompok ini diberi
tanda khusus pada kemasan dan label, tanda khusus obat bebas berupa lingkaran
hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh: Paracetamol.
2. Obat bebas terbatas
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat yang
harus menggunakan resep dokter,
tetapi masih dapat dijual atau dibeli tanpa resep, kelompok obat bebas terbatas
diberi khusus pada kemasan dan labelnya yang berupa lingkaran biru dengan garis
tepi berwarna hitam, pada kelompok obat bebas terbatas diberi tanda
perinngatan. Ada enam macm tanda peringatan untuk kelompok obat terbatas,
ditulis dengan huruf berwarna hitam diatas dasar putih. Tanda-tanda peringatan
selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas, dengan bentuk persegi
panjang berukuran panjang hitam 5 inci, lebar 2 inci dan termasuk pemberitahuan
putih.
Contoh: CTM
3. Obat Keras
Obat keras adalah obat
yang hanya dapat dibeli di apotek dengan menggunakan resep dari dokter. Tanda
khusus pada kemasan dan labelnya adalah huruf K dalam lingkaran berwarna merah
dengan garis tepi berwarna hitam seperti gambar di samping. Obat psikotropika
adalah obat keras alami dari sintesis bukan narkotika, yang bersifat psikoaktif
melalui pengaruh selektif pada sistem saraf pusat yang menyebabkan perubahan
khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Contoh: Diazepam, Phenobarbital.
4. Obat Narkotika
Obat
narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintess
atau semi sintesis yang dapat menyebaban penurunan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan menyebabkan ketergantungan.
Contoh: Morfin.
Setelah kita memahami tanda dan peringatan pada kemasan obat tersebut, mari
kita tinjau pengelompokan obat menurut khasiatnya.
1. Obat Analgetika-Antipiretika
Istilah Analgetika-Antipiretika
sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga kita karena istilah ini merupakan
cara pengobatan yang bisa dilakukan sendiri tanpa menggunakan resep dokter.
Analgetik atau obat penghalang nyeri adalah zat-zat yang berkhasiat megurangi
atau menghalau rasa nyerti tanpa menghilangkan kesadara. Sedangkan Antipiretik
adalah zat-zat yang dapat mengurangi suhu tubuh. Anti-inflamasi adalah obat
atau zat-zat yang dpat mengobati peradangan atau pembengkakan. Obat-obatan
analgesik mempunyai efek antipiretik, obat-obatan kelompok
analgesik-antipiretik biasanya digunakan untuk mengobati penyakit dengan gejala
demam (suhu tubuh meningkat( dan nyeri seperti influenza dan selesma.
Obat-obatan kelompok ini relative mempunyai efek samping yang ringan sehingga
dijual bebas di pasaran.
Saat dikonsumsi obat analgesik ini
bekerja di pusat pengatur suhu tubuh yang terletak di batang otak. Selain itu
kelompok obat ini mampu melebarkan pembuluh darah kulit dan memicu produksi
keringat sehingga akan semakin banyak panas yang dibuang keluar. Selain bekerja
pada susunan saraf pusat, analgesik-antipiretik juga dapat mencegah pembentukan
prostagladin, yakni zat yang menimbuklan rasa nyeri dan peningkatan suhu tubuh.
ASPIRIN
sebagai Analgetika dan Antipiretika pertama di dunia
Pada tahun 1879, Felix Hoffman, seorang ahli kimia yang bekerja dengan
Friedrich Bayer dan Co. Telah berhasil mengidentifikasikan gugus fungsi
hidroksil dalam asam salisilat dari gugus asetil. Ternyata asam salisilat ini
lebih “ramah” terhadap perut. Ditahun 1899, ia menemukan kembali formula
Gerhardt. Hoffman membujuk Bayer untuk memasarkan obat itu, yang selanjutnya
muncul di pasar dengan nama pasaran “Aspirin”. Zat baru itu dinamakan Aspirin
berdassarkan akronim:
A: Gugus asetil
Spir: nama bunga tersebut dalam bahasa
Latin
Spiraea: suku kata tambahan yang sering
kali digunakan
In: untuk zat pada masa tersebut
Aspirin masih mempunyai efel samping, tetapi zat ini lebih baik dari asam
salisilat atau salisilin. Aspirin adalah zat sintetik pertama di duni dan
penyebab utama perkembangan industri farmateutikal. Bayer mendaftarkan Aspirin
sebagai merk dagang pada 6 Maret 1899.
2. PARASETAMOL
sebagai alternatif Aspirin
Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang
populer dan dugunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal, dan sakit
ringan, serta demam. Berbeda dengan obat analgesik yang lain seperti Aspirin,
Parasetamol tidak memiliki sifat antiradang. Jadi, Parasetamol tidak tergolong
dalam obat jenis NSAID. Dalam dosis normal, Parasetamol tidak menyakiti
permukaan dalam perut atau mengganggu gumpalan darah, ginjal, atau duktus
arteriosus pada janin.
3. PIRAZOLON
Di pasaran
Pirazolon terdapat pada Antalgin, Neuralgin, dan Novalgin. Obat ini sangat
manjur sebagai penurun panas dan penghilang rasa nyeri, tetapi Pirazolon
mempunyai potensi menimbulkan efek yang berbahaya yakni Agranulositosis
(berkurangnya sel darah putih), karena itu penggunaan analgesik kelompok ini
harus atau wajib dengan sepengetahuan dokter atau menggunakan resep dokter.
4. ASAM MEFENAMAT
Asam
Mefenamat termasuk obat penghilang rasa nyeri. Digunakan untuk mengatasi
berbagai rasa nyeri, terutama digunakan untuk mengatasi sakit gigi, nyeri otot,
nyeri sendi, dan sakit ketika atau menjelang haid. Efek samping dari obat ini
adalah merangsang dan merusak lambung. Oleh sebab itu, hati-hati bagi pengidap
gangguan lambung. Di masyarakat Asam Mefenamat sangat terkenal terutama Asam
Mefenamat dengan merk ponstan karena dirasakan sangat manjur sebagai penghilang
sakit atau nyeri pada sakit gigi. Obat ini tidak diperkenankan dibeli bebas
tetapi harus menggunakan resep dokter. Asam mefenamat mempunyai efek samping
terhadap saluran cerna sering berupa gejala iritasi terhadap lambung.
5. Ibuprofen
Ibuprofen
digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat artritis juga tergolong dalam
kelompok analgesik dan antipiretik. Obat ini dijual dengan merk dagang Advil,
Motrin, Nuprin, dan Brufen. Ibuprofen selalu digunakan sebagai obat sakit
kepala. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk mengurangi sakit otot, nyeri
haid, selesma, flu, dan sakit selepas pembedahan. Nama kimianya adalah asam
2-4-isobutil-fenil-propionat. Efek analgesik dari obat ini hampir sama dengan
Aspirin. Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui.
Selain jenis obat-obatan, ternyata zat kimia
juga berkhasiat dan dapat dimanfaatkan berupa jamu sesak napas. Hl ini juga
menunjukkan kepada kita bahwa perkembangan ilmu kimia terjadi secara luas dan
berbagai macam. Mari kita tinjau zat kimia yang berfungsi sebagai campuran pada
jamu.
Sebagian masyarakat Indonesia melakukan pengobatan
sendiri dengan obat tradisional (28,7%). Ramuan yang paling disukai berupa
serbuk yang disedu air matang yang masih ada rasa dan aroma ramuan asli. Sesuai
dengan kebutuhan dan kemampuan, jamu dapat dicampur kuning telur, madu, jeruk
nipis, dan anggur.
Uji laboratorium oleh Badan POM menemukan bahwa ada
obat tradisional yang dicampur bahan kimia berkhasiat obat (BKO) yang umumnya
termasuk daftar obat keras yang memerlukan resep dokter. BKO yang ditemukan
tersebut antara lain adalah fenilbutason, deksametason, CTM, allopurinol,
parasetamol, ibuprofen, furosemid, piroksikam, teofilin, kafein,
metiltestosteron, natrium diklofenak, dan asam mefenamat. Penggunaan BKO
yang tidak tepat dan dosis yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai efek
samping seperti iritasi saluran cerna, kerusakan hati/ginjal, gangguan
penglihatan dan ritmik irama jantung. Berdasarkan Permenkes Nomor: 246/ Menkes/
Per/ V/ 1990, obat tradisional tidak boleh mengandung bahan kimia sintetik
atau hasil isolasi yang berkhasiat obat, serta bahan yang tergolong obat keras
atau narkotika.
Badan POM memberikan peringatan secara keras kepada produsen dan sarana distribusi untuk menarik serta memusnahkan obat tradisional bercampur BKO tersebut. Selain itu, Badan POM membuat peringatan publik yang disebarkan oleh Dinas kesehatan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat tradisional yang dicampur BKO. Obat tradisional bercampur BKO umumnya diproduksi industri kecil obat tradisional yang belum berijin, belum bernomor registrasi, atau beregistrasi fiktif. Beberapa perusahaan yang mempunyai nomor registrasi ada yang telah dibatalkan. Penyalahgunaan bahan kimia berkhasiat obat ternyata tidak hanya dilakukan di tingkat industri, tapi ditengarai dilakukan juga di tingkat pengecer dan konsumen. Banyak pengecer obat tradisional yang melakukan penambahan BKO pada obat tradisional yang diramunya.
Badan POM memberikan peringatan secara keras kepada produsen dan sarana distribusi untuk menarik serta memusnahkan obat tradisional bercampur BKO tersebut. Selain itu, Badan POM membuat peringatan publik yang disebarkan oleh Dinas kesehatan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat tradisional yang dicampur BKO. Obat tradisional bercampur BKO umumnya diproduksi industri kecil obat tradisional yang belum berijin, belum bernomor registrasi, atau beregistrasi fiktif. Beberapa perusahaan yang mempunyai nomor registrasi ada yang telah dibatalkan. Penyalahgunaan bahan kimia berkhasiat obat ternyata tidak hanya dilakukan di tingkat industri, tapi ditengarai dilakukan juga di tingkat pengecer dan konsumen. Banyak pengecer obat tradisional yang melakukan penambahan BKO pada obat tradisional yang diramunya.
Aminofilin adalah garam teofilin dengan basa organik
larut air yang merupakan bronkhospasmolitika kuat. Dosis diatur secara
individual pada kisaran 200 – 400 mg. Efek samping teofilin antara lain
gangguan sistem syaraf pusat, takhikardia, takhiaritmia, dan gangguan alat
cerna. Teofilin harus diberikan secara hati-hati pada penderita epilepsi,
gangguan ritme jantung, dan penyakit hati. Efedrin tergolong simpatomimetika
tidak langsung melalui pembebasan noradrenalin granula cadangan di syaraf
simpatik. Pada dosis tinggi menyebabkan takhifilaksi yang menghilang setelah
1–2 minggu penghentian obat. Efek samping steroid jangka panjang sangat
berbahaya sehingga harus digunakan secara ketat dan diawasi dengan
cermat. Kortikosteroid menstimulasi glukoneogenesis protein dengan meningkatkan
penguraian protein, kadar gula darah, dan pembentukan glikogen dalam
hati. Kortikosteroid juga menurunkan fungsi jaringan limfe sehingga
menyebabkan limfopenia dan pengecilan limfosit. Efek samping kortikosteroid
antara lain tukak lambung. Kerja katabolik dapat menyebabkan atrofi otot,
kulit, dan jaringan lemak akibat penguraian matriks tulang mesenkhim akibat
kerja antagonis vitamin D yang berujung pada osteoporosis. Penggunaan kortikosteroid
jangka panjang dapat menyebabkan sindrom Cushing berupa “moon face”, obesitas,
hiperkolesterolemia, sampai penurunan reaksi imun.
Pengecer jamu mungkin hanya terminal dari carut marut
perjalanan BKO yang akan berujung pada efek samping dan komplikasi yang
menyengsarakan. Ketika Badan POM merisaukan penggunaan BKO yang ceroboh, para
pengelola program kesehatan anak tengah berjuang keras meminta kader di desa
diberi wewenang memberikan kotrimoksazol pada anak penderita pneumonia. Upaya
tersebut semata-mata bertujuan untuk menurunkan kematian anak balita di
Indonesia. Seperti kader di desa, seharusnya produsen dan pengecer obat
tradisional dapat menjadi mitra dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Apa
yang harus kita lakukan agar kehadiran obat yang terjangkau dapat dinikmati
sebagai anugerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan
masyarakat.
Obat merupakan salah satu bahan kimia yang
perkembangan nya cukup pesat. Antibiotic juga merupakan salah satu jenis obat
yang sering di gunakan. Kalau tadi kita telah membahas obat dari nama dan
kegunaannya.. sekarang kita akan meninjau jenis obat berdasarkan indikasi atau
penyakit yang dapat disembuhkan. Penulis mengambil beberapa contoh penyakit yah
sering terjadi di kehidupan sehari-hari kita.
1.
Obat flu
Umumnya, penyakit pilek atau influenza disertai demam
dan batuk biasanya, obat untuk meredakan penyakit ini disebut obat flu.
Influenza biasanya di sebabkan oleh virus. Komposisi obat flu terdiri atas obat
analgesik, anti piretik, dekongestan, dan obat alergi.
a.
Obat
analgesik dan antipiretik
Obat-obatan
yang termasuk analgesic dan antipiretik, diantaranya asetosal, asetaminofen,
salisilamid, asam mefenamat, dan kafein
b. Obat dekongestan
Fenilpropanolamina
HCI dan efedrima HCI merupakan contoh obat dekongestan. Obat ini membantu
melegakan saluran hidung sehingga tidak tersumbat.
c.
Obat
antialergi
Obat yang
termasuk jenis antialergi adalah klorofenilamin maleat dan dekstrometorfan HBr.
Obat generic yang dapat kamu gunakan untuk sakit seperti ini adalah parasetamol
atau asetosal.
2.
Obat batuk
Batuk umumnya dikelompokan menjadi betuk kering dan
batuk berdahak. Adapun batuk berdahak disebut batuk produktif karena
mengeluarkan banyak dahak. Batuk berdahak umumnya disebabkan oleh flu. Obat
batuk mengandung zat expektoran dan zat anti alergi. Seperti obat anti
influenza, obat batuk tidak boleh digunakan terus menerus.
3.
Obat sakit lambung
Sakit lambung atau sakit mag ringan dapat di obati
dengan antasida, suatu obat yang dapat menetralkan asam lambung. Untuk
mengatasi rasa kembung pada lambung digunakan senyawa simetikon, sedangkan
untuk mengurangi kejang perut digunakan senyawa papaverina HCI.
4.
Obat diare
Obat diare bersifat atsorptif sehingga dapat menyerap
racun dari dalam tubuh. Zat aktifnya berupa karbon aktif, silicon dioksida,
kaolin, dan pectin selain itu dapat juga di gunakan zat yang bersifat
astringent yang dapat mengecilkan jaringan yang membuatnya pesat misalnya
tannin yang terdapat dalam teh pekat atau daun jambu.
5.
Antibiotic
Antibiotik
yang ditemukan kali pertama pada 1928 oleh alexander flemming adalah antibiotic
penisiln. Antibiotic merupakan zat yang diperoleh dari mikro organisme yang
dapat menghambat atau membunuh mikro organisme lain.
6. Zat
radioaktif
Zat
radioaktif adalah zat yang secara aktif memancarkan sinar atau partikel radio
aktif. Sinar radioaktif terdiri atas sinar alfa, beta, proton, gamma, dan sinar
neutron
a.
Lodin-131(1-131)
Lodin
merupakan zat radioaktif yang dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada
kelenjar gondok dan untuk mendeteksi jaringan kangker otak.
b. Kolbalt-60(Co-60)
Zat
radioaktif ini memancarkan sinar gamma yang digunakan untuk membunuh sel-sel
kangker. Co-60 juga sering digunakan dalam pengobatan penyakit leukemia
c.
Teknetium-99(Tc-99)
Unsur Tc-99
di gunakan untuk membunuh sel-sel kangker
d. Fosfor-32(P-32)
Unsur P-32
digunakan untuk menyembuhkan penyakit polycythemia rubavera, yaitu pembentukan
sel darah merah yang berlebihan zat ini disuntikan kedalam tubuh sehingga
radiasinya yang memancarkan sinar beta akan menghambat pembentukan sel darah
merah pada sum-sum tulang
e. Talium-201(Tl-201)
Zat
radioaktif Tl-201 di gunakan untuk mendeteksi penyakit jantung dan kelainan
pada pembuluh darah.
f.
Besi-59(Fe-59)
Zat
radioaktif ini digunakan untuk mempelajari proses pembentukan sel darah merah.
Dosis Maksimum Obat
Pemakaian obat yang digunakan untuk dimaka, diminum,
disuntikan, atau dengan cara lain yang intinya untuk dimasukkan ke dalam tubuh
pasien atau konsumen, menurut Ditjen Pengawas Obat dan Makanan (POM)
Depkes RI , karena pertimbangan khasiat dan dampak jumlah pemakaiannya
perlu ditetapkan dosis pemakaian obat tersebut dalam dosis maksimumnya.
Dosis maksimum obat yang tertera dalam Farmakope
Indonesia adalah dosis untuk otang dewasa untuk sekali dan sehri pemakaian,
tidak boleh dilampaui kecuali jika dibelakang jumlah obat dibubuhi tanda seru
dan paraf dokter penulis resep. Kecuali dinyatakan lain, dosis maksimum yang
tertera dalam monografi adalah dosis maksimum untuk pemakaian melaui mulut.
Bahan obat tertentu yang perlu ditetapkan dosis maksimumnya tercantum dalam
daftar obat pada Farmakope Indonesia.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kimia analisis
merupakan ilmu kimia yang mendasari
analisis dan pemisahan sampel. Analisis dapat bertujuan untuk
menentukan jenis komponen apa saja yang terdapat dalam suatu sampel
(kualitatif), dan juga menentukan berapa banyak komponen yang ada dalam suatu
sampel (kuantitatif). Dalam bidang kedokteran diperlukan berbagai analisis
untuk menentukan berbagai unsur atau senyawa
dalam sampel seperti darah, urin, rambut, tulang dan
sebagainya.
Kedokteran pertanian kelautan dan sebagainya Demikian
juga di bidang industri profesi kesehatan dan bidang lainnya kimia analisis
memberikan peranan yang tidak sedikit Dalam. Pemanfaatan Analisis kimia ini
dalam bidang kedokteran seperti : dimanfaatkan untuk membuat bahan-bahan kimia
sering digunakan sebagai obat-obatan. Obat dibuat berdasarkan basil penelitian
terhadap proses dan reaksi kimia bahan-bahan yang berkhasiat secara medis
terhadap suatu penyakit. Contohnya, etanol atau alkohol digunakan dalam proses
pelarutan obat dan sebagai pensteril alat-alat kedokteran.
3.2
SARAN
Apabila Ibu
Dosen dan Teman - teman ingin menyampaikan kritik serta sarannya, saya
perkenankan dengan segala hormat. Demi tercapainya kesempurnaan pada makalah
saya. Kedepannya saya akan menjadi lebih baik lagi.
